Susu Kuda Membantu Pasien TBC dan Kanker

susu-kuda-menyehatkan1Susu Kuda Membantu Pasien TBC dan Kanker. Bagi masyarakat Indonesia meminum susu kuda pasti terdengar asing. Yang umum adalah minum susu sapi atau susu kambing. Namun bagi masyarakat Sumbawa, meminum susu kuda boleh dibilang sudah biasa. Susu kuda atau masyarakat juga menyebutnya sebagai susu kuda liar memang berasal dari Pulau Sumbawa. Peternakan kuda di pulau ini lebih popular dibanding sapi atau kambing. Selain sebagai komoditi peternakan, kuda sudah menjadi simbul status di pulau yang banyak savana ini.

Di luar Pulau Sumbawa, susu kuda lebih popular sebagai obat alternatif. Selain harganya yang lumayan mahal, susu kuda memang belum bisa diproduksi besar-besaran sebagaimana susu sapi. Jadi orang yang mencari susu kuda biasanya adalah untuk pengobatan. Sangat jarang untuk keperluan minuman sehari hari sebagaimana susu sapi dan susu kambing.

Membantu Pasien TBC dan Kanker

Menurut detikHealth.com, berdasarkan beberapa penelitian, susu kuda mengandung banyak manfaat terutama bagi pasien tuberkulosis (TB atau TBC) dan pasien kanker. Para ilmuwan di Kazakhstan berencana mengembangkan serangkaian produk berbasis susu kuda. Minuman tradisional yang berasal dari negara Asia Tengah ini dinilai dapat membantu menenangkan orang yang menderita tuberkulosis.
Profesor Yuri Sinyasky dari Kazakh National Nutrition Academy mengungkapkan, bahkan susu kuda mengandung nutrisi penting yang juga dapat membantu penderita kanker pulih dari kemoterapi. “Susu kuda memiliki sifat perangsang yang tinggi dan meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga dapat digunakan sebagai dasar produk ini,” ujar Prof Yuri Sinyasky, seperti dikutip Indian Express, Selasa (10/4/2012).
Di Kazakhstan dan negara-negara tetangganya yang tradisional nomaden seperti: Kirgistan, Mongolia dan Turkmenistan.kuda memang memainkan peran sentral dalam kebudayaan nasional. Meminum susu kuda sudah menjadi hal lumrah seperti masyarakat Pulau Sumbawa. Komis (koumiss) atau fermentasi susu kuda adalah minuman tradisional yang popular. Begitu pun dendeng daging kuda sudah secara luas menajdi santapan.
Menurut Prof Sinyasky, resep pasta dan produk cair dengan bahan dasar susu kuda akan dikembangkan pada akhir tahun 2012 ini. Diharapkan dalam tiga tahun ke depan akan menghasilkan produk baru. “Produk-produk khusus akan digunakan untuk mendukung terapi medis utama yang digunakan pada pasien,” katanya.

Susu Kuda Di Indonesia Dipromosikan Dr Diana

Menurut Drh Dharmojono, seperti ditulis majalah Infovet, di Rusia susu kuda diolah menjadi “koumiss” yang umum digunkaan sebagai “Koumiss Therapy” di rumah sakit-rumah sakit di Samara, Moskwa, Leningrad, Volinsk dan kota sekitarnya.

Pada tahun 1962, sudah ada 23 rumah sakit di Rusia yang menggunakan “Koumiss Therapy” untuk menanggulangi penyakit-penyakit tuberculosis (TBC), saluran pencernaan, avitaminosis, anemia (lesu darah), penyakit kardiovaskuler, lever dan ginjal. Sedangkan, di Indonesia, penggunaan susu kuda liar untuk pengobatan berbagai macam penyakit baru dikenal setelah ada pengalaman beberapa pasien penderita leukemia yang disembuhkan

Menurut Dr Diana Hermawati yang sehari-hari  bekerja di  Lembaga Pengujian Mutu Produk Peternakan yang kini menjadi Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan, Kementerian Pertanian., susu kuda memang memiliki keunikan tersendiri.
Susu kuda tahan disimpan pada suhu kamar sampai 5 bulan. Sifat ini memberi petunjuk bahwa dalam susu kuda Sumbawa terkandung zat yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri yang berupa senyawa antimikroba alami.
Karena keunggulan tersebut Dr Diana gigih mempromosikan produk susu kuda ini di berbagai kegiatan. Bahkan selanjutnya ibu kelahiran Jakarta, tahun 1955 ini juga meneliti dan mengembangkan susu kuda liar sumbawa berbasis organik Jadilah produk susu kuda liar organik dan beberapa produk olahannya untuk kesehatan, kebugaran dan kecantikan.

Produk-produk olahan susu kuda liar organik tersebut sudah beredar umum dengan brand produksi “Diana Hermawati”. Yaitu berupa: susu kuda liar organik, madu sumbawa organik, face tonic, milk clienser, sun block, sabun spa, sabun cair, night cream, hand boby lotion dan lotion anti nyamuk.

Bahan baku susu kuda liar tentu saja langsung didatangkan dari Dompu, Nusa Tenggra Barat, dan diolah secara organik dengan diracik menggunakan bahan-bahan tambahan hermal alami.

 

Wassalam

Sudjono AF

4 Responses to Susu Kuda Membantu Pasien TBC dan Kanker

  1. Syarif says:

    Apakah susu kuda itu bukan sekedar mitos saja. Masa susu kuda bisa diperah, kan biasanya susu sapi. Terus kuda liar lagi bagaimana memerahnya?
    Trims ya

    • susukuda says:

      Terima aksih mas syarif
      Beberapa tahun lalu bisa jadi produk susu kuda dan kosmetik susu kuda masih dianggap mitos Mas. Tapi sejak Dr Diana memproduksi susu kuda dan kosmetik dari susu kuda sudah bukan mitos lagi Mas. Produknya sudah diekspor. Rumah produksinya di Bogor sering dikunjungi UKM dan tanggal 24 Mei 2012 nanti dikunjungi UKM dari ASEN.
      Produk susu kuda dan kosmetinya juga dipajang di Semesco Jakarta. Perlu dipahami produk2 yang bisa masuk ke Smesco Jakarta itu sudah pilihan Mas, istilah dulunya diskrening he..he..
      Info lengkap silakan baca di Blog Artikel
      Wassalam

    • susukuda says:

      Pertama kuda-kuda tersebut digiring ke dalam suatu tempat yang sudah dipagari. Lalu ditangkap dengan cara di-lasso. Setelah kuda tersebut tertangkap dibawa ke tempat yang terlindung. Di sana kaki kuda bagian belakang diikat dengan tali dan tali tersebut dililitkan ke leher kuda. Tujuannya agar si kuda tidak menyepakkan kakinya ke belakang.

      Kemudian setelah semua dipastikan aman, baru dilakukan pemerahan. Tidak sembarangan orang yang bisa melakukan ini. Hanya orang-orang yang sudah “dikenali” oleh sang kuda yang bisa melakukannya, Jika sembarang orang melakukan, biasanya sang kuda akan beraksi tidak tenang.

      iya sama-sama

    • susukuda says:

      Pertama kuda-kuda tersebut digiring ke dalam suatu tempat yang sudah dipagari. Lalu ditangkap dengan cara di-lasso. Setelah kuda tersebut tertangkap dibawa ke tempat yang terlindung. Di sana kaki kuda bagian belakang diikat dengan tali dan tali tersebut dililitkan ke leher kuda. Tujuannya agar si kuda tidak menyepakkan kakinya ke belakang.

      Kemudian setelah semua dipastikan aman, baru dilakukan pemerahan. Tidak sembarangan orang yang bisa melakukan ini. Hanya orang-orang yang sudah “dikenali” oleh sang kuda yang bisa melakukannya, Jika sembarang orang melakukan, biasanya sang kuda akan beraksi tidak tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>