Mitos Susu Kuda Sumbawa Sebagai Obat Dewa

Mitos Susu Kuda Sumbawa Sebagai Obat Dewa. Penggunaan susu kuda sebagai obat terapi telah berlasngsung sejak awal tahun 1960-an. Contohnya di Rusia, susu kuda diolah menjadi Koumiss yang dipakai untuk Koumiss Therapy di rumah-rumah sakit di Samara, Moskwa, Leningrad, Volinsk dan lain-lain.

Menurut Dhamojono (1993) pada 1962 sudah ada 23 rumah sakit di Rusia yang menggunakan Koumiss Therapy untuk menanggulangi penyakit-penyakit tubercolosis (TBC) saluran pencernaan, avitaminosis, anemia (lesu darah) penykait kardiovaskuler , lever dan ginjal. Sedangkan di Indonesia penggunaan susu kuda liar untuk pengobatan berbagai macam penyakit baru dikenal setelah ada pengalaman beberapa pasien leukemia yang disembuhkan.

Sekitar tahun 1998 banyak beredar dan popular di masyarakat produk susu kuda dengan label “susu kuda liar” dan dipromosikan sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti paru-paru basah, tubercolosis, tifus, anemia, kanker dan sebagainya. Susu kuda Sumbawa yang dijual dengan label “susu kuda liar” dinyatakan  masa edarnya sampai beberapa bulan.

Susu kuda liar tersebut ternyata berasal dari susu kuda yang dipelihara secara ekstensif  (liar) yaitu dilepas di dalam hutan atau daerah bukit di daerah Sumbawa, Bima, Dompu, yang akhirnya disebut sebagai susu kuda Sumbawa.

Susu kuda Sumbawa merupakan hasil pemerahan kuda-kuda di ketiga kabupaten tersebut yang selanjutnya oleh para pengumpul susu langsung dikirim menggunakan jerigen atau botol tanpa pemanasan dan pengolahan terlebih dahulu ke perusahaan pengemas di Pulau Sumbawa, Lombok dan Jawa.

Susu kuda Sumbawa dijual melalaui apotek , toko obat, radio swasta, pasar swalayan, bandar udara dan perorangan di beberapa kota di Indonesia. Hasil pengamatan di lapangan ternyata susu kuda Sumbawa yang disimpan pada suhu kamar sampai beberapa bulan tidak rusak melainkan hanya mengalami fermentasi. Padahal susu sapi  yang disimpan pada suhu kamar dalam waktu 24 jam sudah rusak dan tidak dapat dikonsumsi lagi.

Masyarakat meyakini bahwa susu kuda Sumbawa mempunyai khasiat dapat mengobati  bermacam-macam penyakit . Namun demikian khasiat tersebut belum berdasarkan hasil penelitian. Lebih lanjut menurut Dharmojono, masyarakat yang mengkonsumsi  susu kuda Sumbawa yakin khasiatnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, tuberkolosis, paru-paru, saluran kencing, anemia, saluran pencernaan, dan jenis penyakit lainnya  yang tidak dapat ditanggulangi oleh dokter, sehingga oleh masayarakat sering disebut sebagai “obat dewa”.

Susu Kuda Pernah Dilarang DEPKES

Di lain pihak ada sebagian masayarakat  yang menyangsikan khasiat susu kuda Sumbawa sebagai obat sebagaimana dikutip dari pemberitaan beberapa media massa. Susu kuda Sumbawa pernah  dilarang oleh DEPKES untuk diiklankan dan diedarkan dengan label “susu kuda liar” yang dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit dan dilarang di jual di apotek dan pasar swalayan.

Larangan  ini membuat asosiasi persusuan dan distributor susu kuda Sumbawa resah dan dalam pertemuannya dengan Ditjen POM disepakati bahwa semua produk susu kuda yang ada di peredaran tidak mencantumkan lagi khasiat obat pada labelnya. Kata-kata kuda liar diganti dengan “Kuda Bima” dan dinyatakan sebagai produk minuman susu yang baik untuk kesehatan.

Hasil pengujian di Balai POM beberapa daerah menunjukkan bahwa susu kuda Sumbawa bersifar asam dengan pH 3-4, tidakmengandung bakteri pathogen, bahan pengawet maupun bahan membahayakan, serta nilai gizinya baik dan kadar lemaknya rendah, yaitu 0,97%.

Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan susu kuda Sumbawa di Nusa Tenggara Barat dihasilkan oleh kuda yang dipelihara masyarakat di Pulau Sumbawa secara ekstensif tradisional (liar) dan mengkonsumsi hijauan makanan ternak dari tumbuhan yang ada. Susu kuda Sumbawa biasanya dikemas dalam botol atau jerigen plastik. Hasil pemeriksaan labolatorium Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan bahwa keadaan susu  asam, hampir semua sample susu yang diperiksa mengandung kuman dengan jumlah 9,2 x 104 per ml.

Penelitian Khasiat Susu Kuda

Penelitian tentang khasiat susu kuda Sumbawa di Indonesia masih sangat sedikit. Sudarwanto, et all (1988) telah meneliti komposisi susu kuda Sumbawa pada tahun 1998 dan Hermawati (2001) meneliti mengenai aktivitas antimikroba susu kuda Sumbawa. Potensi untuk penyembuhan penyakit  telah diteliti oleh Rijatmoko (2003) yaitu aktivitas mikroba susu kuda Sumbawa terhadap Mycobacterium tubercolosis .

Penelitian-penelitian di atas merupakan upaya menemukan senyawa antimikroba alami dari sumber daya hayati asli Indonesia sebagaimana yang telah mulai banyak diteliti, diantaranya buah atung dari Maluku, rimpang lengkuas dan lain sebagainya.

Manfaat susu kuda Sumbawa untuk perawatan dan pengobatan penyakit tertentu telah banyak dikemukan oleh para pakar dari bekas negara Uni Soviet, namun hasil-hasil penelitiannya jarang dipublikasikan secara meluas. Publikasi mengenai Koumiss yaitu susu kuda yang difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus bulgariens, Streptococcus lactis, dan Tarola sp, dinyatakan mampu meningkatkan daya penyembuhan bagi penderta tubercolosis, typhoid, dan para thypoid.

Disimpulkan bahwa pemanfaatan susu kuda Sumbawa itu sangat baik untuk kesehatan bila dilihat dari berbagai pengalaman orang yang telah menggunakannya.

(Sumber: Majalah Infovet, Edisi134, September 2005)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>